Nasional
muaraenimaktual.com
Dua Kepala Daerah yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (19/02/2026), keduanya merupakan kader Partai Gerindra.
Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Bahtra Banong merenspons soal OTT KPK yang mejerat dua kadernya tersebut.
Bahtra mengatakan sejatinya, Ketua Umum partai, Prabowo Subianto, sering mengingatkan kepada kadernya terutama yang menjadi kepala daerah agar hati-hati dalam bekerja untuk masyarakat.
“Ya Pak Prabowo kan sering mengingatkan semua kader ya untuk agar berhati-hati lah. Jadi terus bekerja untuk masyarakat. Itu aja pesan Pak Prabowo kan harus kepala-kepala daerah Gerindra harus bekerja untuk rakyatlah,” kata Bahtra kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (20/01/2025)
Diketahui, dalam Sehari Dua Kepala Daerah Kader Partai Gerindra Diamankan OTT KPK, Senin (19/01/2026).
KPK menangkap dua kader Partai Gerindra, yakni Wali Kota Madiun Maidi dan Bupati Pati Sudewo, dalam OTT di Jatim dan Jateng terkait kasus korupsi.
Terungkap, dalam operasi senyap KPK itu di Madiun, 15 orang diamankan KPK, 9 diantaranya termasuk Wali Kota Madiun dibawa ke Jakarta untuk diperiksa lebih lanjut.
“Selanjutnya 9 orang diantaranya dibawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Salah satunya Wali Kota Madiun,” kata Budi saat dikonfirmasi, Senin (19/01/2026).
Di hari yang sama, KPK juga melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kader Partai Gerindra, Bupati Pati, Sudewo.
Bupati Pati, Sudewo sebelumnya di tahun 2025 pernah membuat jejak kontroversi menaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 250 persen.
“Kami saat ini sedang berkoordinasi dengan para camat dan PASOPATI untuk membicarakan soal penyesuaian Pajak Bumi Bangunan (PBB). Telah disepakati bersama bahwa kesepakatannya itu sebesar ±250% karena PBB sudah lama tidak dinaikkan, 14 tahun tidak naik,” ujar Sudewo dalam keterangan tertulis, Senin (05/08/2025).
Setelah itu, viral video Sudewo di media sosial usai menantang warga soal kenaikan PBB 250% sekitar pertengahan Agustus 2025.
Dalam video itu, Sudewo sempat menyatakan bahwa dirinya tidak akan gentar meskipun didemo 50.000 orang.
“Siapa yang akan melakukan penolakan? silahkan lakukan, jangan hanya 5000 orang, 50 ribu orang suruh ngerahkan, saya tidak akan gentar, saya tidak akan mengubah keputusan,” kata Sudewo. (Red)












