Palembang
muaraenimaktual.com
BNNN bersama Tim Gabungan berhasil menangkap buronan gembong narkoba jaringan internasional, Dewi Astutik di area lobi sebuah hotel di Sihanoukville Kamboja, pada Senin (01/12/2025) sekira pukul 13.39 waktu setempat.
Keberhasilan ini mendapat apresiasi yang luar biasa dari Organisasi Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Provinsi Sumatera Selatan.
Ketua DPW Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Provinsi Sumatera Selatan, Firdaus Hasbullah SH MH mengungkapkan Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Sumatera Selatan sangat mengapresiasi setinggi – tingginya atas keberhasilan Badan Narkotika Nasional (BNN), Interpol, Badan Intelijen Strategis (BAIS) hingga KBRI menangkap buronan bandar narkoba jaringan internasional, Dewi Astutik di negara Kamboja.
Dewi Astutik ini diduga merupakan aktor utama penyeludupan 2 ton sabu senilai 5 Triliun, yang digagalkan pada Mei 2025 lalu
“ Kami sangat mengapresiasi kinerja BNN di bawah kepemimpinan Komjen Suyudi Ario Seto, bersama Tim Gabungan atas tertangkapnya gembong narkoba jaringan internasional Dewi Astutik,” ujar Firdaus dalam keterangan pers di Palembang, Kamis (04/12/2025).

” Keberhasilan ini merupakan kabar baik bagi penegakan hukum dalam pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkoba,” ujar Firdaus dalam keterangan pers di Palembang, Kamis (04/12/2025).
” Keberhasilan ini menunjukkan sinergitas dan keseriusan negara dalam menindak tegas para gembong – gembong narkoba,” imbuhnya.
Dikatakan Firdaus, Keberhasilan menangkap Dewi Astutik hingga ke luar negeri merupakan momentum besar berkat kerjasama Badan Narkotika Nasional (BNN), Interpol, dan Badan Intelijen Strategis (BAIS) hingga KBRI merupakan momentum besar bagi Indonesia dalam menyatakan perang melawan kejahatan Narkoba.
” Upaya Tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN), Interpol, dan Badan Intelijen Strategis (BAIS) dan KBRI Indonesia kita anggap sebagai momentum besar bagi Indonesia dalam perang melawan kejahatan Narkoba,” kata Firdaus.
Lebih lanjut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten PALI ini menuturkan keberhasilan operasi internasional dalam memberantas kejahatan narkoba ini, harus menjadi pemantik semangat bagi BNN tingkat daerah untuk bergerak lebih agresif menumpas peredaran narkoba di wilayah masing – masing. Karena diketahui bahwa narkoba merupakan daya rusaknya sangat luar biasa dalam segala aspek kehidupan masyarakat.
Menurut mantan presiden mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang ini, masih banyak bandar besar ataupun jaringan kuat yang diduga selama ini tak tersentuh.
Ia menilai pola kerja sama seperti yang dilakukan BNN bersama institusi lain bisa diterapkan juga di daerah melalui pemetaan jalur distribusi, pengawasan lintas instansi, dan operasi terpadu.
“Jika BNN pusat bisa bekerja dengan Interpol, BAIS, dan KBRI, maka BNN daerah harus mampu bersinergi dengan kepolisian, intelijen, dan instansi lain untuk mengungkap para bandar yang merusak generasi muda ini,” tegasnya.
Firdaus menegaskan, bahwa narkotika merupakan extraordinary crime yang berdampak luas, terorganisir, dan merusak mental ribuan bahkan jutaan anak bangsa.
” Narkotika itu merupakan extraordinary crime yang berdampak luas, terorganisir, dan merusak mental ribuan bahkan jutaan anak bangsa yang merupakan generasi penerus bangsa, maka para pelakunya, terutama para bandar harus diberantas, jangan pandang bulu,” pungkasnya.
Sebelumnya Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto menyampaikan bahwa bahwa penangkapan Dewi Astutik bermula dari laporan dan informasi yang diterima pada 17 November 2025.
Menerima informasi mengenai keberadaan target di wilayah Phnom Penh, Kamboja,” kata dia. Atas informasi tersebut, Suyudi langsung membentuk tim untuk berangkat ke Kamboja pada 25 November 2025.
BNN bersama Tim Gabungan dari KBRI Phnom Penh, BAIS TNI, dan perwakilan Polri di negara Kamboja melakukan pengintaian, dan hasilnya tidak percuma, selang sehari buronan tersebut langsung ditangkap.
”Pada Senin tanggal 1 Desember 2025, sekira pukul 13.39 waktu setempat di area lobi sebuah hotel di Sihanoukville, Kamboja, target terdeteksi berada dalam kendaraan Toyota Prius berwarna putih dan langsung dilakukan upaya penangkapan oleh tim gabungan,” jelasnya pada konferensi pers di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Selasa (02/12/2025).
”Keberhasilan ini tentunya menegaskan komitmen BNN dalam mengejar pelaku kejahatan narkotika hingga ke luar negeri melalui sinergitas yang kuat antar lembaga negara maupun kepolisian negara sahabat,” kata Mantan kapolda Banten ini.
Ia mengatakan, Dewi Astutik bukan pemain biasa dalam jejaring peredaran narkoba. Bersama gembong lain bernama Fredy Pratama yang kini juga buron, Dewi Astutik adalah pemain utama yang mendominasi kawasan Golden Triangle. (Red)












