Nasional
muaraenimaktual.com
Tiga perusahaan batu bara, yaitu PT Menambang Muara Enim (MME), PT Wiraduta Sejahtera Langgeng (WSL), dan PT Duta Bara Utama (DBU) sudah memulai kerjasama strategis dengan Emiten penyedia jasa logistik batu bara terintegrasi, PT RMK Energy Tbk. (RMKE).
Kerja sama strategis ini mencakup layanan logistik terintegrasi, mulai dari pengangkutan batubara melalui fasilitas hauling road, pemuatan di Stasiun Muat Gunung Megang, hingga pemuatan ke kapal tongkang (barge loading).
Pengangkutan pertama MME telah dilakukan pada Desember 2025.
Menurut manajemen kerja sama ini memiliki potensi volume angkutan hingga 1 juta ton per tahun dan diproyeksikan akan meningkatkan volume operasional serta memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan segmen jasa RMKE pada 2026.
Direktur RMK Energy Vincent Saputra menuturkan optimalisasi fasilitas infrastruktur baru menjadi kunci pertumbuhan kinerja jasa perseroan tahun ini.
“Fasilitas jalan khusus batu bara yang baru selesai tahun ini telah berkontribusi pada kinerja keuangan segmen jasa. Hingga saat ini telah terdapat 3 customer baru yang menggunakan hauling road. Secara total batu bara yang telah diangkut RMKE via jalan khusus batu bara hingga November 2025 sebesar 1,3 juta ton,” kata Vincent, Senin (22/12/2025) dari bisnis com
Vincent melanjutkan RMKE akan terus ekspansif dalam meningkatkan aksesibilitas logistik bagi tambang-tambang sekitar.
Selanjutnya, kata dia, RMKE akan fokus menambah konektivitas hauling road menuju tambang-tambang di Muara Enim Sumatera Selatan.
“ Pada tahun ini kami menargetkan akan mendapatkan empat customer baru menjelang tutup tahun 2025 dari total 19 tambang-tambang potensial di area tersebut,” tutur Vincent. (Red)












