Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)
muaraenimaktual.com
Ditengah PT Pertamina terus mengeluarkan dana besar untuk mencari sumber minyak dalam perut bumi. Di saat itu itu juga, minyak mentah yang sudah diperoleh begitu saja terbuang karena terjadi Kebocoran jaringan Pipa minyak mentah PT Pertamina.
Kejadian kebocoran yang berulang – ulang itu dialami di areal operasional PT. Pertamina EP Adera Field.
Kali ini terjadi kebocoran pada pipa jaringan minyak mentah yang berlokasi di wilayah Desa Purun Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Sumatera Selatan, yang diketahui warga pada Rabu (10/12/2025)

Seringnya terjadi kebocoran jalur pipa minyak mentah milik PT. Pertamina EP Adera Field itu jelas telah menimbulkan keresahan warga sekitar.
Pasalnya, minyak mentah yang mengalami kebocoran sudah tentu mengandung zat – zat kimia berbahaya seperti diantaranya senyawa hidrokarbon (alkana, sikloalkana, alkena, alkuna, dan aromatik). Minyak mentah juga mengandung zat berbahaya lain seperti senyawa belerang, nitrogen, oksigen, dan logam berat.
Zat zat campuran minyak mentah yang mengalami kebocoran itu akan mencemari tanah dan air tanah di sekitarnya.
Selanjutnya zat kimia campuran minyak mentah itu akan menimbulkan risiko kesehatan yang serius bagi manusia dan merusak ekosistem.
Namun demikian, karena sudah terlalu seringnya terjadi kebocoran jalur minyak mentah di wilayah operasional PT. Pertamina EP Adera Field. Maka kejadian itupun terkesan sudah dianggap biasa biasa saja, baik oleh warga sekitar, pemerintah setempat maupun oleh pihak perusahaan.
Terhadap kebocoran jalur pipa minyak mentah milik PT. Pertamina EP Adera Field di Desa Purun Kecamatan Penukal itu
Menurut keterangan salah seorang warga setempat, Anton, jalur pipa minyak mentah tersebut terjadi kebocoran dimungkinkan sejak beberapa hari lalu. Namun baru mendapat penanganan dari pihak perusahaan pada Rabu, (10/12/2025).
” Dimungkinkan terjadi kebocoran pipa jalur minyak mentah milik PT. Pertamina EP Adera Field di Desa Purun itu sejak beberapa hari lalu, namun baru mendapat penanganan pihak perusahaan baru hari ini,” ungkap Anton, Rabu (10/12/2025)
Dari pantauannya, lanjut Anton, Kebocoran pipa jalur minyak mentah tersebut terjadi dalam tanah, diduga korosi, tidak terdapat bekas galian atau sabotase oknum oknum yang tidak bertanggung jawab.
Anton mengungkapkan, disinyalir seringnya terjadi kebocoran jalur pipa minyak mentah di milik PT. Pertamina EP Adera Field di wilayah itu lantaran masih banyaknya jalur pipa yang sudah berumur tua, yang sudah tidak layak lagi dipergunakan, namun masih terus dipergunakan oleh pihak perusahaan.
Dan, kata Anton, akibatnya bila terjadi kebocoran jalur pipa minyak mentah, maka masyarakatlah dan lingkungan lah yang akan berdampak bahkan menjadi korban. Sementara boleh dikatakan masyarakat tidak bisa berbuat apa apa berhadapan dengan perusahaan milik negara, selain hanya bisa mengeluh.
Pada hal seringnya terjadi kebocoran jalur pipa minyak mentah
PT. Pertamina EP Adera Field, bukan cuma merugikan masyarakat, melainkan negara juga mengalami kerugian.
karenanya, Anton berharap PT Pertamina bisa melakukan evaluasi terhadap management PT. Pertamina EP Adera Field.
” Sudah terlalu sering jalur pipa minyak mentah milik PT. Pertamina EP Adera Field mengalami kebocoran, bukan cuma merugikan masyarakat, tapi negara juga rugi. Maka kami pandang perlu pihak PT Pertamina melakukan evaluasi terhadap management PT. Pertamina EP Adera Field, ” harap Anton.
Sementara itu, terkait kejadian ini, media ini belum mendapat keterangan resmi dari pihak perusahaan (Red)












