Muara Enim
muaraenimaktual.com
Proyek Pembangunan Blok Lanfil A TPA yang berlokasi di Bukit Kancil Muara Enim Kecamatan Muara Enim Kabupaten Muara Enim tahun anggaran 2024 banyak mendapat sorotan dari berbagai elemen masyarakat Kabupaten Muara Enim.
Proyek yang sudah menyedot dana APBD Kabupaten Muara Enim lebih Rp 24 Miliar ini dinilai hanya menjadi proyek bancakan para oknum. Bagaimana tidak, proyek yang seharusnya bisa menghasilkan pekerjaan yang bermutu dan berkualitas ini. Namun fakta di lapangan, proyek ini sangat amburadul dan sudah mengalami kerusakan padahal baru satu tahun , bahkan proyek ini seperti belum selesai dikerjakan tapi kenyataannya sudah di fungsikan.
Hal itu disampaikan salah seorang kontrol sosial Kabupaten Muara Enim, yang selalu agresif memantau pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Muara Enim, Dirmanto, Sabtu (06/12/2025)
Dirmanto mengungkapkan, dirinya sudah melakukan beberapa kali investigasi ke lapangan.
Dari pantauan, kerusakan dilapangan, terlihat secara visual diantaranya plastik dasar Geomembrane dan dan plastik Lapisan Geotextile Non Woven (Saver), yang melapisi tanah dasar sudah ada yang terbuka, sisi tanah ada yang mulai longsor, juga pipa cerobong tampak sudah mulai mengalami kemiringan.
Bukan cuma itu, dirinya pun sudah melakukan pengukuran ketebalan plastik Lapisan Geomembrane dan dan plastik Lapisan Geotextile Non Woven (Saver), yang digunakan di proyek Blok Lanfil A TPA Bukit Kancil itu.
Dirmanto menjelaskan pada Pekerjaan pengadaan plastik Lapisan Geomembrane, pelaksananya diduga hanya menggunakan Ketebalan 1,3 mm, seharusnya dari data yang Ia dapat menggunakan Lapisan Geomembrane ketebalan 1,5 mm
Juga pada pekerjaan plastik Lapisan Geotextile Non Woven (Saver), pelaksananya diduga hanya menggunakan Ketebalan 3,7 mm seharusnya menggunakan ketebalan 4 mm.
Demikian juga pada pemasangan drum plastik “hdpe” pelaksananya hanya memasang 18 buah drum, padahal seharusnya 24 buah drum hdpe
Artinya pada Pekerjaan Pengadaan plastik Lapisan Geomembrane dan plastik Lapisan Geotextile Non Woven (Saver), serta drum yang terpasang, Dirmanto menduga kuat tidak dilaksanakan sesuai spektek.
” 3 item pekerjaan, yakni Pengadaan plastik Lapisan Geomembrane, plastik Lapisan Geotextile Non Woven (Saver), serta drum hdpe diduga kuat tidak sesuai spektek” ungkap Dirmanto.
” Belum lagi pada item pekerjaan yang lain,” imbuhnya
Atas temuan tersebut, Dirmanto menegaskan, pada Proyek Pembangunan Blok Lanfil A TPA yang berlokasi di Bukit Kancil Muara Enim tahun anggaran 2024 disinyalir ada merugikan keuangan negara.
” Kita menduga kuat Proyek Pembangunan Blok Lanfil A TPA yang berlokasi di Bukit Kancil Muara Enim tahun anggaran 2024 ada merugikan keuangan negara,” kata Dirmanto.
Lebih jauh Dirmanto menuturkan,
Ia mengatakan, sanitary land fill ini merupakan sistem berlapis yang kedap air (geomembran), pengelolaan air lindi (leachate) untuk mencegah pencemaran, sistem ventilasi untuk gas metana, penutupan harian dengan tanah, dan pemadatan sampah untuk mengurangi volume, yang bertujuan meminimalkan dampak lingkungan (bau, binatang, pencemaran tanah dan air) dibandingkan metode konvensional.
Nah, kata dia, Lapisan plastik, yang umumnya dikenal sebagai geomembrane dan dan plastik Lapisan Geotextile Non Woven (Saver) merupakan komponen penting dalam desain sanitary landfill modern. Fungsi utamanya adalah sebagai penghalang kedap air untuk melindungi lingkungan dari pencemaran akibat cairan sampah.
Plastik yang terkubur di bawah sanitary landfill (tempat pembuangan akhir) jika terbuka akan mengalami proses dekomposisi yang sangat lambat dan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan yang signifikan.
Dari lapisan plastik itu diketahui untuk mencegah Kebocoran Lindi (Leachate): Sampah yang membusuk dan air hujan yang meresap melalui tumpukan sampah menghasilkan cairan beracun yang disebut lindi.
Lapisan plastik, biasanya terbuat dari High-Density Polyethylene (HDPE), berfungsi sebagai penghalang yang kuat dan kedap air di dasar dan sisi TPA untuk mencegah lindi merembes ke dalam tanah dan mencemari air tanah.
Sedangkan pipa seperti cerobong asap (biasanya disebut pipa ventilasi gas TPA atau pipa leachate kolektor/ekstraksi/ drum HDPE ) di tempat pembuangan sampah (TPA) yang miring menandakan adanya pergerakan atau penurunan tanah yang signifikan di dalam TPA tersebut.
” Dugaan yang terjadi pada proyek
Lanfil A TPA Bukit Kancil Muara Enim ini, perlu ditangani oleh pihak berkompeten,” ujar Dirmanto.
Dirmanto pun mengatakan, akan segera melaporkan dugaan yang terjadi pada Proyek Pembangunan Blok Lanfil A TPA yang berlokasi di Bukit Kancil Muara Enim tahun anggaran 2024 ini ke Aparat Penegak Hukum ( APH) untuk melakukan penyelidikan (Red)












