Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)
muaraenimaktual.com
Saat ini sedang berlangsung Aktivitas proyek pembangunan pabrik kelapa sawit (PKS) diduga milik PT Aburahmi yang berlokasi di wilayah Desa Panta Dewa, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten
Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) – Sumatera Selatan.
Selayaknya diawal pelaksanaan proyek tersebut seharusnya mendapat simpati dan dukungan masyarakat setempat, bukan seperti yang terjadi saat ini, mala aktivitas proyek pembangunan pabrik kelapa sawit (PKS) itu mulai menimbulkan keluhan warga.
Timbul pertanyaan apakah sebelum pelaksanaan proyek pembangunan pabrik kelapa sawit (PKS) tersebut pernah mengadakan sosialisasi terhadap warga sekitar. Karena bagaimanapun aktivitas ini bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Pasalnya saat ini aktifitas proyek pembangunan pabrik kelapa sawit (PKS) tersebut diduga telah menimbulkan dampak kerusakan lingkungan, mulai dari aliran lumpur yang banyak menggenangi jalan lintas Simpang Belimbing Sekayu, sehingga mengakibatkan jalan raya jadi becek dan licin ketika hujan turun, serta menimbulkan debu ketika cuaca panas.
Yang dikeluhkan warga bukan hanya permasalahan tersebut, bahkan aliran lumpur dari aktifitas proyek tersebut juga mulai mengalir ke lahan kebun milik warga serta telah menyebabkan aliran sungai disekitar menjadi keruh ketika terjadi terjadi hujan.
“Sungai jadi keruh ketika hujan turun, karena aliran air yang turun dari areal lokasi proyek cukup tinggi dan membawa lumpur mengalir ke sungai,” ujar salah seorang warga setempat, Senin (08/12/2025).
Warga yang minta namanya jangan disebut ini menuturkan, akibat aktivitas mobilitas kendaraan keluar masuk lokasi proyek kerap meninggalkan tanah di jalan aspal, sehingga membuat jalan raya jadi kotor dan licin. Hal itu jelas menimbulkan kekhawatiran karena akan membahayakan warga pengguna jalan.
“Mobil yang keluar dari lokasi itu kerap membawa tanah, nah itu berceceran di jalan, Akibatnya jalan raya jadi kotor dan licin, juga menimbulkan debu ketika cuaca panas,” ungkapnya.
Terpisah, dampak aktivitas proyek pembangunan pabrik kelapa sawit (PKS) yang dikeluhkan warga itu juga dikritisi aktivis Aldi Taher.
Aldi Taher sangat menyayangkan minimnya langkah antisipasi dari pihak perusahaan. Ia pun mendesak pihak perusahaan harus segera membuat saluran pembuangan yang memadai sehingga limbah tanah yang ditimbulkan dari proyek tersebut tidak mengganggu kenyamanan warga.
Aldi Taher pun menyindir management perusahaan yang seharusnya bisa lebih paham dengan segala resiko dan dampak yang ditimbulkan.
“Perusahaan seharusnya paham risiko dan dampaknya, Jangan setelah warga mengeluh bahkan Marasa dirugikan, baru sibuk cari solusi,” kata Aldi.
Dikatakan Aldi, Investasi memang penting untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat, namun tetap ikuti aturan dan tidak mengabaikan resiko dan dampak lingkungan yang ditimbulkan
“Investasi memang penting untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat, tetapi tetap patuh aturan dan tidak mengabaikan resiko dampak lingkungan yang ditimbulkan,” tegasnya.
Terkait persoalan itu, Aldi pun meminta DPRD PALI, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan serta instansi yang terkait lainnya bisa turun langsung meninjau lokasi dan memastikan perusahaan bertanggung jawab atas dampak lingkungan yang ditimbulkan.
Sementara itu, berkenaan dengan masalah ini, hingga berita ini ditayangkan, pihak perusahaan belum bisa terkonfirmasi. (Red)












