Muara Enim
muaraenimaktual.com
Warga Kelurahan Air Lintang Muara Enim mengeluhkan karena akses jalan di Jalan Tawalib terjadi amblas.
Warga menduga amblasnya akses jalan tersebut disebabkan pengerjaan proyek tembok penahan anggaran 2025 yang baru selesai dilaksanakan.
Warga pun protes dan merasa kecewa terhadap pengerjaan proyek tembok penahan tersebut, karena sebelumnya selama ini akses jalan itu tidak pernah terjadi amblas.
Hal itu dikatakan Salah seorang warga setempat, Ahyar, Sabtu (13/12/2025).
” Kita kecewa, jalan menjadi amblas seperti itu, kita meminta pada pihak terkait untuk memperbaikinya akses jalan itu, karena ini untuk kepentingan masyarakat banyak, ” ujar dia
Karena, kata Ahyar, bila tidak segera diperbaiki, hal itu sangat membahayakan pengguna jalan terutama pada malam hari.
Maka untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan, saat ini disekitar lokasi akses jalan yang amblas, warga pun berinisiatif memberikan tanda.
Sementara itu, secara terpisah, salah seorang kontrol sosial Kabupaten Muara Enim, Dirmanto juga ikut menyoroti permasalahan itu.
Dirmanto mengatakan, amblasnya akses jalan tersebut diduga kuat penyebabnya bukan karena bencana alam melainkan karena dampak pengerjaan proyek dinding penahan yang baru selesai dilaksanakan.
” Selama ini tidak pernah terjadi akses jalan itu terjadi amblas, walaupun musim hujan,” ujar Dirmanto.
” Artinya kita menduga kuat amblasnya akses jalan tersebut disebabkan pengerjaan proyek dinding penahan yang asal asalan, tanpa memikirkan dampaknya,” tambahnya.
Dikatakan Dirmanto, warga setempat tentunya merasa terima kasih atas dibangunnya dinding penahan itu, tapi kalau sampai menyebabkan rusaknya akses jalan umum, tentulah warga merasa sangat dirugikan.
Dalam hal ini, lanjut Dirmanto, pelaksana proyek dinding penahan itu harus bertanggungjawab untuk memperbaiki akses jalan yang amblas itu.
Lebih lanjut Dirmanto mengungkapkan, amblasnya akses jalan itu juga bisa berdampak juga pada daya tahan dinding penahan yang baru dikerjakan tersebut. Karena tidak tertutup kemungkinan lambat laun dinding penahan itu akan ikut ambruk
Dirmanto pun mencurigai mutu dan kualitas Pembangunan proyek dinding penahan tersebut tidak optimal. Ia menduga pengerjaan proyek dinding penahan itu dikerjakan asal jadi.
Alasannya, kata Dirmanto, fungsi tembok penahan itu salah satunya untuk mencegah terjadinya longsor disekitar lokasi, tapi kenapa justru menyebabkan jalan jadi longsor, berarti ada pergerakan tanah di areal proyek tembok penahan itu.
Dirmanto mengungkapkan sudah dipastikan proyek dinding penahan itu tidak sesuai fungsi dan tujuannya. Karena saat pengerjaan proyeknya diduga kuat pelaksananya tidak melakukan pemadatan tanah ditambah lagi berkemungkinan pondasi dinding penahan tidak terlalu dalam.
Karena itu, Dirmanto meminta pada dinas terkait, khususnya PPK dan Pengawas proyek dari Dinas PUPR Muara Enim untuk segera mengecek ke lokasi proyek itu serta segera memperbaikinya akses jalan yang amblas itu.
Atas kejadian ini, Dirmanto juga menyindir kontraktor pelaksana proyek dinding penahan itu agar jangan cuma fokus menghitung keuntungan proyek. Tapi sebab akibatnya juga harus dipertanggung jawabkan.
” Kontraktor jangan cuma berfokus pada keuntungan saja, tetapi kualitas dan mutu dalam pengerjaan proyek juga harus diutamakan. Karena ini menggunakan uang negara, saya tidak segan untuk melaporkan proyek ini,” pungkasnya.
Sementara itu, terkait permasalahan ini, Kepala Dinas PUPR Muara Enim, Suherman saat dikonfirmasi melalui nomor WhatsApp nya 0852-6×99-19×2. Sampai berita ini ditayangkan belum ada respon. (Red)












