Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)
muaraenimaktual.com.
” Kalau mau berobat siap-siap bawa duit segepok” Kata kata itu ditulis oleh salah satu akun facebook bernama Sinta Andayani, Kamis (05/02/2026.
Diduga, Shinta Andayani sedang mengeluhkan kesulitannya berobat dengan menggunakan BPJS Kesehatan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Sumatera Selatan.
Di Akun facebooknya, Sinta Andayani menge-share foto, diduga Surat Rujukan Peserta IGD dari Puskesmas Sungai Baung ke Rumah Sakit Umum Daerah Talang Ubi dikuiti dengan caption bertuliskan
Assalamualaikum…..
Slamat sore….
Kalo nak berobat siap siap be duit cak segepok
Surat rujukan yg dikeluarkan oleh puskesmas sungai baung ke poli saraf ternyata TETAP DITOLAK KALO BPJS DAK ACTIF,Diarahkan kepoli umum ,Kalo nak ke bagian poli saraf harus bayar ….
kejadian ini saya alami sendiri ,ini pakta, Yg saya buktikan sendiri ,artinyo omon omon yg santer dikabupaten PALI, DI MEDIA ,yg meskipun BPJS dak actif tetap biso dilayani itu
Itu HOAK ,HANYA MANIPULATIF, ancur kabupaten pali ,tolong dicek kembali kepada pemerintah kabupaten pali yg kami percaya dan kami amanahkan unt memimpin kabupaten pali .BUKTI PELAYANAN TERBAIK TIDAK KAMI DAPATKAN DI RSUD KABUPATEN PALI
Jadi buat yg BPJS Yo Lum actif kalo Kate duit jangan harap dapat pelayan terbaik dikabupaten pali ,RSUD hanya melayani ala kadarnyo be ,ubat sumpah be ,
Pelayanan maksimal hanya unt orang orang yg mempunyai duit .
Ngetik dgn nada kecewa .
@sorotan
SEMUA ORANG
Asgianto Alwi
Berani Bersama Asgianto Iwan
Besan Tetangga
Firdaus Hasbullah Pali
https://www.facebook.com/share/p/1BpLLunxkD/
Setelah dilakukan penelusuran, akun facebook Shinta Andayani merupakan milik warga Desa Sungai Baung Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI.
Saat dikonfirmasi media ini, Shinta Andayani membenarkan apa yang ia tulis di akun Facebook miliknya dan hal itu Ia alami sendiri. Kamis (05/02/2026)
Shinta mengatakan, selama ini ia sering membantu mengurusi warga sakit menggunakan BPJS Kesehatan, dan selalu sukses tanpa kendala. Namun untuk kali ini dirinya disuruh ngurus ini dan itu, bahkan disuruh minta surat keterangan tidak mampu dari desa hingga akhirnya Ia menerima surat rujukan dari Puskesmas Sungai Baung ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Talang Ubi .
Shinta menuturkan, sebelumnya dirinya sudah melakukan pengobatan di poli umum puskesmas Sungai Baung. Kemudian dari puskesmas Sungai Baung dirinya dirujuk ke RSUD Talang Ubi bagian poli saraf.
Shinta pun mengakui saat Ia tiba di RSUD Talang Ubi membawa surat rujukan Puskesmas Sungai Baung, bagian poli saraf sudah tutup. Sehingga ia disuruh kembali lagi besok.
Namun saat dirinya mengkonfirmasi Petugas bagian informasi RSUD Talang Ubi, yang menjadi pertanyaan nya kenapa petugas Rumah Sakit mengatakan kalau dirinya besok datang ke Poli Umum bukan Poli Saraf sesuai rujukan.
” Saya kan sakit saraf, dirujuk ke RSUD Talang Ubi dibagian Poli Saraf, tapi kenapa diarahkan ke Poli Umum,” kata Shinta mengartikan ucapannya kepada petugas informasi RSUD Talang Ubi.
Shinta menjelaskan, menurut bagian informasi RSUD Talang Ubi, memang semua rujukan diarahkan ke bagian poli umum, dan itu berlaku terhadap semua pasien rujukan.
Diceritakannya, sebelumnya dirinya sudah melakukan pengobatan di poli umum puskesmas Sungai Baung. Dengan mendapatkan rujukan ke RSUD Talang Ubi dirinya berharap bisa mendapatkan pelayanan pengobatan intensif di bagian poli saraf.
Karena kata Shinta, kalau dirujuk di bagian poli umum RSUD Talang Ubi, artinya sama saja dengan pengobatan Poli Umum Puskesmas Sungai Baung.
Karena menurut Shinta dengan pengobatan langsung di Poli saraf RSUD Talang Ubi, dimungkinkan akan membawa kemajuan terhadap penyakit yang ia alami.
Tapi mirisnya, kalau ingin berobat ke poli saraf RSUD Talang Ubi, dirinya harus bayar.
Lantas bagaimana dengan pelayanan BPJS Kehatan Kabupaten PALI, apakah tidak berlaku?, Shinta mempertanyakan.
Kejadian itu pun dikeluhkan Shinta, Dirinya sedang mengalami sakit, dibuat ribet lagi berurusan. Terkesan dirinya sebagai warga Kabupaten PALI tidak mendapatkan hak memperoleh pelayanan kesehatan gratis sesuai yang diharapkan.
Sekedar informasi, sebagaimana diberitakan di beberapa media mainstream baru baru ini, bahwa BPJS Kesehatan Warga PALI sebelumnya sebanyak 40.499 dinonaktifkan, sejak Februari 2026 sudah diaktifkan kembali.
Dari informasi yang didapat, dari total 40.499 peserta BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang sebelumnya dinonaktifkan, sebanyak 38.633 peserta dipastikan kembali aktif mulai awal Februari 2026.
Sementara itu, untuk 1.108 peserta BPJS Kesehatan yang belum diaktifkan akan menyusul, dengan alasan memerlukan penyesuaian data administrasi.
Sementara itu, terkait permasalahan ini, pihak RSUD Talang Ubi Kabupaten PALI belum bisa dikonfirmasi.(Red)












